Dari Migran ke Wirausaha, Lakpesdam PBNU dan GIZ Jerman Dampingi Purna PMI di Kendal

Dari Migran ke Wirausaha, Lakpesdam PBNU dan GIZ Jerman Dampingi Purna PMI di Kendal

Kendal - Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bekerja sama dengan Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Jerman menggelar Program Penguatan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Berbasis Komunitas (P2MI-BK) di Kabupaten Kendal.

 
Kegiatan tersebut diwujudkan melalui pelatihan keterampilan usaha mikro bagi purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (9–10/4/2026), di Balai Desa Sendangdawuhan, Kecamatan Rowosari.
 
Kepala Desa Sendangdawuhan, Waryono, menegaskan komitmen pemerintah desa dalam mendampingi warganya, khususnya yang berstatus purna PMI. Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari penyediaan informasi hingga pelatihan usaha.
 
“Pemerintah desa selalu berusaha mendukung program P2MI-BK, baik melalui pendampingan, pemberian informasi kepada calon PMI, maupun pelatihan bagi purna migran dengan menggandeng pihak swasta dan pemerintah,” ujarnya.
 
Ia menambahkan, Desa Sendangdawuhan memiliki beragam potensi usaha mikro yang dapat dikembangkan, seperti usaha roti dan katering, kerajinan tas rumahan, hingga peternakan. Letak desa yang berada di jalur utama kecamatan turut menjadi faktor pendukung berkembangnya UMKM di wilayah tersebut.
 
Lebih lanjut, Waryono menyebut bahwa Desa Sendangdawuhan menjadi satu-satunya desa di Kabupaten Kendal yang menerima Plakat Desa Migran Emas (Demimas). Penghargaan tersebut menjadi simbol komitmen desa dalam melindungi dan memberdayakan PMI.
 
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kami konsisten mengayomi dan melindungi PMI, sekaligus mencegah praktik tindak pidana perdagangan orang (TPPO) serta penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
 
Untuk menjaga keberlanjutan program, pemerintah desa juga mengalokasikan anggaran melalui PKK dan lembaga desa lainnya guna memperkuat pemberdayaan purna PMI, termasuk pendampingan lanjutan pascapelatihan.
 
Sementara itu, Koordinator Program P2MI-BK Kabupaten Kendal, Jumiat, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan membekali purna PMI dan keluarganya dengan keterampilan mengembangkan usaha.
 
“Peserta dibekali pengetahuan pengembangan usaha dengan metode santai dan disesuaikan kemampuan masing-masing,” ungkap pria yang akrab disapa Bang Jex Ajisaka ini.
 
Ia menyebut, Desa Sendangdawuhan menjadi salah satu fokus pendampingan bersama Desa Gubugsari. Jika Sendangdawuhan telah berstatus Desa Migran Emas, maka Gubugsari tengah didorong menuju predikat serupa.
 
Usai pelatihan, peserta akan mendapatkan pendampingan selama tiga bulan untuk membentuk kelompok usaha yang produktif. Program ini juga melibatkan tim kerja lokal desa yang beranggotakan lima orang.
 
Menurut Bang Jex, indikator keberhasilan program ini ditandai dengan terbentuknya kelompok-kelompok usaha purna PMI yang mampu berkembang, baik melalui pemasaran secara daring maupun luring.
 
“Harapannya, para purna PMI dapat mandiri secara ekonomi dan berkontribusi pada penguatan ekonomi desa,” tandasnya.

Pewarta: Nazlal Firdaus Kurniawan 


.