Gus Rozin: Banser Harus Simpatik dan Melayani saat Resmikan 267 Posko Mudik Jateng
Semarang - Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin meresmikan sebanyak 267 posko mudik yang didirikan oleh Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah pada Senin (16/3/2026) untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran.
Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Gus Rozin itu juga menyampaikan tiga pesan penting kepada kader Banser dan Ansor agar memberikan pelayanan terbaik kepada para pemudik.
Gus Rozin menegaskan bahwa meskipun jumlah pemudik tahun ini diprediksi tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya, hal itu tidak boleh mengurangi kesiapsiagaan Banser dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kita kepada masyarakat melalui posko mudik ini harus tetap siap, siaga, dan waspada. Walaupun diperkirakan jumlah pemudik tidak sebanyak tahun lalu, tetapi kewajiban kita untuk melayani tidak boleh berkurang,” ujarnya.
Tunjukkan Sikap Simpatik kepada Pemudik
Pesan pertama yang disampaikan adalah agar Banser selalu menunjukkan sikap simpatik kepada para pemudik. Ia menekankan pentingnya membangun citra Banser sebagai organisasi yang tegas namun tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, Banser harus menunjukkan diri sebagai barisan yang melayani umat dan tidak terlibat dalam politik praktis. Dengan sikap tersebut, Banser diharapkan dapat menjadi panutan bagi masyarakat di Jawa Tengah.
“Kita tunjukkan bahwa Banser adalah barisan yang bersimpati, tegas tetapi juga melayani. Banser Ansor Jawa Tengah harus menunjukkan bahwa mereka hadir untuk umat dan menjadi teladan bagi masyarakat,” katanya.
Layani dengan Sepenuh Hati
Pesan kedua adalah agar seluruh anggota Banser dan Ansor melayani masyarakat dengan sepenuh hati dengan memenuhi lima standar pelayanan posko yang telah ditetapkan.
Ia mengingatkan bahwa pemudik yang mampir ke posko membutuhkan tempat beristirahat sekaligus dukungan moral dalam perjalanan pulang ke kampung halaman.
Gus Rozin menyebut banyak pemudik yang pulang dengan keterbatasan, baik dari segi ekonomi maupun kondisi fisik setelah perjalanan jauh. Oleh karena itu, keramahan serta kelengkapan fasilitas di posko Banser diharapkan mampu membantu memulihkan kondisi mereka.
Ia mendorong agar posko menyediakan berbagai fasilitas sederhana namun bermanfaat seperti minuman, jamu, pijat, hingga doa bagi pemudik yang membutuhkan. Menurutnya, tradisi mendoakan atau suwuk juga menjadi bagian dari pelayanan spiritual yang dapat memberikan ketenangan bagi para pemudik.
“Siapkan jamu, tukang pijit, arahan perjalanan, bahkan tukang suwuk bila perlu. Tradisi kita adalah mendoakan agar para pemudik selamat sampai tujuan dan bisa bertemu keluarga dalam keadaan sehat,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pelayanan posko harus diberikan kepada semua pemudik tanpa memandang latar belakang agama atau kondisi mereka.
“Yang mudik bukan hanya umat Islam. Layani semuanya tanpa pandang bulu, baik yang puasa maupun tidak, muslim ataupun nonmuslim. Mereka semua adalah musafir yang membutuhkan pertolongan,” tambahnya.
Relawan Diminta Tetap Menjaga Diri dan Keluarga
Pesan ketiga yang disampaikan adalah agar para relawan Banser tetap menjaga diri dan keluarga selama bertugas. Gus Rozin mengingatkan agar semangat pengabdian tidak membuat para anggota melupakan hak keluarga di rumah.
Menurutnya, para anggota Banser tetap harus menjaga keseimbangan antara tugas pelayanan dan tanggung jawab kepada keluarga.
“Jaga diri kalian, jaga hati dan keluarga. Jangan sampai terlalu terforsir. Keluarga di rumah juga punya hak atas diri kalian,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Rozin juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah membantu pendirian dan operasional posko mudik, termasuk pemerintah daerah dan sejumlah instansi yang memberikan dukungan.
Ia menilai keberadaan 267 posko mudik Banser di seluruh Jawa Tengah merupakan bentuk perjuangan besar dari kader GP Ansor dan Banser dalam melayani masyarakat.
“Mengelola 267 posko tentu membutuhkan usaha dan biaya yang tidak kecil. Tapi bukan Ansor dan Banser kalau menyerah hanya karena persoalan biaya. Yang penting ada kopi dan rokok, insya Allah banyak persoalan selesai,” ujarnya berseloroh.
Dengan peresmian tersebut, PWNU Jawa Tengah secara resmi mengaktifkan 267 posko mudik yang akan beroperasi selama masa arus mudik hingga perayaan Idul Fitri 2026.
Gus Rozin pun mengajak seluruh kader untuk memulai pelayanan dengan niat baik dan doa agar kegiatan tersebut berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi para pemudik.
Editor: Nazlal Firdaus Kurniawan
.
Editor: Nazlal Firdaus Kurniawan
.