Hari Kelima Longsor Majenang, Banser Tanggap Bencana Intensifkan Evakuasi: 16 Korban Ditemukan Meninggal

Hari Kelima Longsor Majenang, Banser Tanggap Bencana Intensifkan Evakuasi: 16 Korban Ditemukan Meninggal

CILACAP - Upaya pencarian dan evakuasi korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, memasuki hari kelima pada Senin (17/11/2025). Tim Banser Tanggap Bencana (Bagana) bersama unsur SAR gabungan kembali menemukan tiga korban meninggal sehingga total korban tutup usia menjadi 16 orang.

 
Relawan Bagana yang juga pengurus PC Ansor Cilacap, Samsul Bahri, melaporkan perkembangan terkini langsung dari lokasi kejadian.
 
“Alhamdulillah hari ini ditemukan tiga korban lagi. Hingga hari kelima, total sudah 16 korban meninggal,” ujarnya.
 
Samsul menyebutkan, tim masih memiliki tujuh titik pencarian yang harus disisir. “Kami dari Bagana bersama Basarnas, BNPB, BBWPD, serta TNI dan Polri terus berupaya maksimal mencari korban lainnya. Semoga cuaca mendukung agar proses pencarian bisa berjalan lancar,” tambahnya.
 
Ketua PC GP Ansor Cilacap, Ahmad Fajrin Nida, menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa warga Cibeunying.
 
“Atas nama keluarga besar GP Ansor Cilacap, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga para korban mendapat husnul khotimah, dan yang selamat segera pulih, baik fisik maupun tempat tinggalnya,” tuturnya.
 
Nida juga memberikan apresiasi kepada para relawan yang terus bekerja di lapangan. 
 
“Mari kita terus saling menguatkan dalam menghadapi musibah ini. Semoga seluruh relawan diberikan kesehatan dan kekuatan,” imbuhnya.
 
Kondisi Lapangan: Medan Berat dan Ancaman Cuaca
Longsor besar yang terjadi pada Kamis malam (13/11/2025) itu berdampak pada dua dusun, yakni Tarukahan dan Cibuyut. Gerakan tanah mencapai 6,5 hektare dengan kondisi medan yang labil, penuh lumpur, serta potensi hujan yang terus mengancam proses evakuasi.
 
Data sementara menyebutkan:
Korban meninggal: 16 orang
Korban hilang: 7 orang
Rumah rusak berat: 16 unit
Rumah terancam rusak: 16 unit
Pengungsi: 106 jiwa tersebar di Balai Desa Cibeunying dan MTs SS Cibeunying
Warga terdampak langsung: 46 jiwa dari 17 KK
 
Ops SAR dan Penanganan Darurat
Pemerintah Kabupaten Cilacap telah menetapkan status tanggap darurat. Tim SAR gabungan terdiri atas Basarnas, BNPB, BPBD Kabupaten Cilacap, BPBD Jawa Tengah, TNI/Polri, serta relawan Bagana Banser.
 
Dua alat berat dikerahkan untuk membuka jalur dan mempercepat proses evakuasi. BNPB bersama BMKG juga melaksanakan operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi intensitas hujan di wilayah terdampak.
 
Dapur umum, layanan kesehatan, dan logistik didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi. Namun, sebagian warga masih enggan kembali ke rumah karena pergeseran tanah dan retakan yang masih aktif.
 
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan lahan untuk pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya rusak atau berada di zona rawan.
BPBD juga akan meningkatkan monitoring kondisi tanah serta melakukan edukasi kesiapsiagaan bencana.
 
Dukungan kemanusiaan berupa logistik, tenaga kesehatan, dan relawan masih sangat dibutuhkan untuk membantu warga yang terdampak. (*)

.