LAZISNU PBNU Bangun Tata Kelola Zakat Profesional Lewat Madrasah Amil Kendal

LAZISNU PBNU Bangun Tata Kelola Zakat Profesional Lewat Madrasah Amil Kendal

KENDAL - Direktur Program NU Care-LAZISNU Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Syarifuddin, menegaskan bahwa legalitas dan profesionalisme merupakan fondasi utama bagi para amil dalam menjalankan tugas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan NU. Penegasan ini disampaikan saat mengisi Madrasah Amil yang diselenggarakan LAZISNU PCNU Kendal di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Desa Peron, Kecamatan Limbangan, Sabtu–Ahad (1–2/11/2025).

 
Dalam materi yang disampaikan, ia menguraikan landasan hukum dan struktur kelembagaan NU Care-LAZISNU, yang mengacu pada Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 19 Tahun 2024 tentang Mekanisme Perizinan Lembaga Amil Zakat. Regulasi tersebut, jelasnya, menjadi dasar legalitas operasional LAZISNU mulai dari tingkat pusat hingga cabang dan ranting.
 
“Legalitas itu bukan sekadar formalitas, tetapi pedoman dalam berkhidmah. Dengan payung hukum yang jelas, setiap langkah LAZISNU dapat dipertanggungjawabkan dan berjalan selaras dengan regulasi pemerintah,” tegasnya.
 
Selama lebih dari dua jam, Syarifuddin memaparkan beragam aspek strategis pengelolaan zakat, mulai dari tata kelola lembaga, penguatan SDM amil profesional, pemanfaatan big data digital, peningkatan kesejahteraan amil, hingga optimalisasi layanan kepada muzakki dan mustahik. Ia juga mengulas arah program LAZISNU yang bertumpu pada lima pilar utama: NU Care Cerdas, NU Care Berdaya, NU Care Sehat, NU Care Hijau, dan NU Care Damai.
 
Kegiatan yang dipandu oleh Ahmad Mustafit Lutfi tersebut berlangsung dinamis. Para peserta aktif berdiskusi dan menyampaikan pengalaman di lapangan, termasuk strategi membangun komunikasi dengan munfiq serta upaya meningkatkan kapasitas pengurus di tingkat ranting.
 
Salah satu peserta, Ika Risti dari Ranting Penaruban Weleri, mengaku mendapatkan motivasi kuat untuk terlibat dalam khidmah di LAZISNU.

“Awalnya saya merasa belum siap menjadi pengurus. Tapi melihat semangat sahabat-sahabat lain, saya merasa mendapat dorongan besar untuk turut berproses dan belajar,” tuturnya. (*)


.