LAZISNU dan Nojorono Resmikan 10 Program Bedah Rumah di Kudus

LAZISNU dan Nojorono Resmikan 10 Program Bedah Rumah di Kudus

Kudus - NU Care-LAZISNU bersama PT Nojorono Kudus kembali melanjutkan program sosial Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu. Program tersebut diresmikan pada Rabu (4/2/2026) di Desa Karangbener, Kabupaten Kudus.

 
Pada tahun 2026, program bedah rumah hasil kolaborasi Nojorono dan Lazisnu ini menyasar 10 titik yang tersebar di empat kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Kaliwungu sebanyak 5 rumah, Bae 3 rumah, Undaan 1 rumah, dan Gebog 1 rumah.
 
Peresmian dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Direktur Utama Nojorono Kudus Surjadi Lukman, Operations Director Daniel Suwono Halim, Direktur NU Care-Lazisnu PWNU Jawa Tengah R. Wibowo, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Ketua PCNU Kudus KH Asyrofi Masyitoh, perwakilan Disperkim dan Biro Kesra Pemprov Jateng, unsur Forkopimcam, Kepala Desa Karangbener, jajaran manajemen Nojorono, serta keluarga penerima manfaat.
 
Peresmian program ditandai dengan pemotongan pita secara simbolis sebagai bentuk serah terima rumah yang telah selesai dibangun dan siap ditempati. Prosesi tersebut dilakukan oleh Ketua PCNU Kudus KH. Asyrofi Masyitoh.
 
Direktur NU Care-LAZISNU PWNU Jawa Tengah R. Wibowo menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PT Nojorono yang kembali menggandeng Lazisnu. Ia menegaskan, program ini merupakan kerja sama tahun kedua dan diharapkan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.
 
Sementara itu, Presiden Direktur Utama Nojorono, Surjadi Lukman, berpesan kepada para penerima manfaat agar tidak lagi khawatir terhadap kondisi tempat tinggal.
 
“Bapak ibu semua sudah mempunyai rumah yang layak. Tidak usah memikirkan kembali tentang rumah, tinggal memikirkan untuk mencari rezeki untuk kehidupan sehari-hari. Semoga bantuan RSLH ini bermanfaat,” ujarnya.
 
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengapresiasi kolaborasi tersebut dan mendorong perusahaan lain untuk mengelola program CSR yang benar-benar dirasakan masyarakat. Ia juga mengajak agar CSR perusahaan bersinergi dengan Lazisnu agar penyalurannya lebih tepat sasaran.
 
“CSR perusahaan bisa bekerja sama dengan Lazisnu agar terdata dengan tepat dan bisa berdampak nyata,” katanya.
 
Salah satu penerima manfaat, Rifa’i, warga Desa Karangbener, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya.
 
“Semoga Lazisnu dan Nojorono ke depan selalu jaya,” ucapnya.
 
Program RSLH ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat penerima manfaat sekaligus menjadi contoh kolaborasi CSR perusahaan dengan lembaga sosial yang berdampak nyata.
 
Pewarta: Rif’an Maulana
Editor: Nazlal Firdaus Kurniawan 


.