MWCNU Patebon Konsolidasikan Banom dan Lembaga Lewat Halal Bihalal
Kendal - Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Patebon menggelar kegiatan Halalbihalal dalam rangka bulan Syawal 1447 H di Gedung Serba Guna Desa Bangunrejo, Sabtu (4/4/2026) malam.
Ketua MWCNU Kecamatan Patebon, H Suciptono, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan seluruh pengurus, badan otonom (banom), serta lembaga yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, meski sempat diguyur hujan, acara tetap berlangsung lancar dengan dihadiri ratusan pengurus dan warga Nahdlatul Ulama. Kehadiran tersebut mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan di lingkungan NU Patebon.
“Partisipasi aktif dari pengurus ranting, lembaga, dan badan otonom menunjukkan dukungan nyata terhadap program-program MWCNU maupun PCNU. Ini juga menjadi wujud komitmen bersama dalam mendukung pembangunan Gedung MWCNU Patebon dan Rumah Sakit NU Kabupaten Kendal yang ditargetkan selesai akhir 2026,” ujarnya.
Ketua PCNU Kabupaten Kendal, KH Mukh Mustamsikin, turut mengapresiasi kekompakan MWCNU Patebon beserta seluruh banom, khususnya peran aktif Fatayat dan Muslimat NU dalam menggerakkan organisasi.
Ia menegaskan pentingnya menjaga soliditas dari tingkat cabang hingga ranting guna menghadapi berbagai tantangan, baik internal maupun eksternal.
“NU tidak hanya harus besar secara organisasi, tetapi juga harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegas pengasuh pesantren Al Uswah Kaliwungu ini.
Sementara itu, Katib Syuriyah PBNU, KH Muhammad Aunullah A’la Habib, dalam tausiyahnya mengajak warga NU untuk meneladani Nabi Muhammad SAW dan para sahabat, serta mengikuti ajaran ulama yang memiliki sanad keilmuan jelas.
Ia menekankan bahwa ulama merupakan pewaris para nabi yang membimbing umat dengan penuh kasih sayang, sekaligus menjadi panutan dalam kehidupan sehari-hari.
Gus Aun juga menyinggung istilah “halalbihalal” yang menjadi tradisi khas Indonesia. Ia mengutip penjelasan KH Ahmad Mustafa Bisri (Gus Mus) bahwa istilah tersebut merupakan kreasi ulama Nusantara, yang kini telah menjadi bagian dari budaya silaturahmi masyarakat usai Idul Fitri.
“Halalbihalal menjadi momentum untuk saling memaafkan, melebur dosa antarsesama, dan menyempurnakan proses penyucian diri,” pungkasnya.
Pewarta: Muhammad Kridaanto
Editor: Nazlal Firdaus Kurniawan
.
Pewarta: Muhammad Kridaanto
Editor: Nazlal Firdaus Kurniawan
.