Mustasyar PCNU Kota Semarang, KH Hadlor Ihsan Wafat Usai Tahajud

Mustasyar PCNU Kota Semarang, KH Hadlor Ihsan Wafat Usai Tahajud

Semarang -  Innalillaahi wa inna ilaihi raajiun. Mustasyar PCNU Kota Semarang sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlah, KH Mohammad Ahmad Hadlor Ihsan, wafat pada Sabtu (14/2/2026) menjelang subuh.

 
Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang, KH Hanif Ismail. Ia menyebutkan bahwa almarhum wafat usai menunaikan salat tahajud.
 
“Tadi menjelang subuh setelah menunaikan salat tahajud dan sudah mengondisikan untuk mengajak anak-anak santri, tiba-tiba kondisi beliau drop. Langsung dibawa ke rumah sakit dan wafat di sana,” ungkapnya kepada NU Online Jateng.
 
Rencana pemakaman akan dilaksanakan hari ini sekitar pukul 13.00–14.00 WIB di sekitar kompleks pesantren di Mangkangkulon, Semarang. Namun, jika hujan turun, prosesi kemungkinan diundur hingga setelah salat Asar.
 
“Menurut informasi BMKG, siang nanti berpotensi hujan. Kalau demikian, pemakaman akan menyesuaikan kondisi,” imbuh Kiai Hanif.
 
Kiprah dan Pengabdian
Almarhum dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dalam organisasi dan pelayanan umat. Di lingkungan NU, beliau pernah menjabat Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang selama dua periode, serta Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah.
 
Sejak muda, KH Hadlor aktif berkhidmah di NU, di antaranya sebagai Wakil Ketua IPNU Jawa Tengah pada akhir 1970–1980-an. Ia juga pernah menjadi anggota BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Dewan Pengawas Syariah KSPPS NUS (pusat Semarang), Ketua Bidang Ketakmiran Badan Pengelola Masjid Agung Semarang, serta pembina di Masjid Agung Kota Semarang.
 
Selain itu, beliau menjadi inisiator pembangunan masjid baru di kawasan Mangkang yang kemudian direalisasikan oleh mantan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.
 
Latar Belakang Pendidikan
Kiai Hadlor merupakan alumni Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) dan Pondok Pesantren Al-Muayyad. Sosoknya dikenal sebagai kiai pembelajar yang istiqamah mengabdi untuk umat.
 
“Mudah-mudahan almarhum diampuni oleh Allah SWT atas segala dosa-dosanya dan mendapatkan rida-Nya,” pungkas Kiai Hanif.

Ketua BAZNAS RI, Prof Noor Achmad menyebut Kiai Hadlor adalah kiai yang alim dan keluarga besar BAZNAS RI turut berduka atas wafatnya Waka I BAZNAS Jateng ini.
 
"Beliau itu banyak mencetak santri, kader-kader ulama. Insyaallah beliau wafat fi sabilillah yang husnul khatimah wamin ahlil jannah bighairi hisab. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan iman, sabar , dan ikhlas menerima takdir Allah SWT ini dan dapat meneruskan perjuangan almarhum," Kata Prof Noor.

Pewarta: Lukman Hakim 
Editor: Nazlal Firdaus Kurniawan 


.