NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jateng Buka Rekrutmen Relawan Untuk ke Aceh, Berikut Link Daftarnya
Semarang - Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh pada 26 November 2025 berdampak luas di berbagai wilayah. Sedikitnya 18 kabupaten/kota tercatat terdampak, dengan sejumlah daerah mengalami kerusakan cukup parah sehingga membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk kepedulian, NU Peduli Kemanusiaan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah mengirimkan Tim Asesmen ke Provinsi Aceh.
Tim ini bertugas menggali data dan kebutuhan riil di lokasi bencana sebagai dasar penyusunan langkah tindak lanjut sebelum relawan NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jateng diberangkatkan, yang direncanakan pada awal Januari 2026.
Selama di Aceh, Tim Asesmen telah melakukan pertemuan dan diskusi dengan PWNU Aceh untuk menghimpun informasi seluas-luasnya terkait kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat terdampak.
Data tersebut nantinya akan menjadi rujukan utama dalam menentukan jenis bantuan dan spesifikasi relawan yang akan diterjunkan.
Sambil menunggu laporan lengkap Tim Asesmen, NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jateng mulai membuka rekrutmen relawan.
Ketua NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jateng, Muchamad Pudji Wibowo, menyampaikan bahwa hasil diskusi awal telah menetapkan empat spesifikasi relawan dengan keterampilan khusus yang dibutuhkan.
“Ada empat spesifikasi relawan yang kami perlukan, yakni relawan dengan keahlian pertukangan kayu, batu, dan baja ringan; relawan dapur umum; relawan trauma healing; serta sopir untuk mendukung kebutuhan transportasi di lapangan,” ujar Wibowo.
Ia menjelaskan bahwa rekrutmen ini terbuka bagi relawan umum, baik dari lembaga maupun badan otonom NU. Yang terpenting, relawan memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dan memiliki pengalaman kebencanaan.
NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jateng, lanjutnya, menekankan pentingnya relawan yang memiliki jam terbang tinggi dan mampu menggerakkan potensi lokal.
“Relawan yang kami kirim diharapkan bukan hanya bekerja sendiri, tetapi mampu memanajemen dan menggerakkan kekuatan lokal. Misalnya pada trauma healing, relawan akan mengoordinasikan para guru setempat agar bisa bersama-sama memulihkan kondisi psikologis siswa, sehingga mereka tetap semangat mengikuti pembelajaran,” jelasnya.
Hingga saat ini, sebanyak 20 orang telah mendaftar sebagai calon relawan. Proses rekrutmen dibuka mulai 29 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 secara daring. Pada 2 Januari 2026, PWNU Jateng akan menerima laporan lengkap Tim Asesmen untuk menentukan kebutuhan riil di lapangan. Seleksi relawan dilakukan secara singkat namun ketat, dengan tetap mengakomodasi relawan dari cabang-cabang NU serta para donatur aksi kemanusiaan.
Terkait kesiapan mental, spiritual, dan fisik, Wibowo menegaskan bahwa NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jateng mengutamakan relawan berpengalaman.
“Kami berharap relawan yang berangkat sudah paham kondisi kegawatdaruratan dan situasi pascabencana, sehingga tidak kaget di lapangan dan bisa cepat beradaptasi. Tugas kita di sana adalah membangkitkan semangat warga, bukan larut dalam kondisi yang ada,” tegasnya.
Ia juga memastikan seluruh kebutuhan relawan akan ditanggung oleh NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jateng, mulai dari transportasi, akomodasi, hingga kepulangan, termasuk perlindungan asuransi selama bertugas.
Adapun tahapan keberangkatan direncanakan sebagai berikut: pendaftaran ditutup pada 1 Januari 2026, penentuan personel pada 3 Januari 2026 disertai rapat koordinasi daring, pemanggilan relawan ke kantor PWNU Jateng pada 4 Januari 2026, dan pemberangkatan menuju Aceh melalui jalur darat pada 5 Januari 2026. Pada tahap awal, masa tugas relawan direncanakan selama 20 hari.
Pendaftaran relawan dapat dilakukan melalui tautan berikut: KLIK DISINI
Pewarta: Nazlal Firdaus Kurniawan
Foto: Lukman Hakim
.