NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jateng Lakukan Asesmen Bencana di Purbalingga
Purbalingga - Tim Asesmen NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah bersama PCNU Kabupaten Purbalingga turun langsung melakukan asesmen dampak bencana banjir bandang, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang melanda wilayah lereng Gunung Slamet.
Bencana terjadi pada Kamis (23/1/2026) pukul 02.00 WIB, dipicu hujan lebat yang memicu empat titik longsor. Material berupa pohon dan bebatuan terbawa arus banjir hingga menerjang permukiman warga di tiga desa utama di Kecamatan Karangreja dan Kecamatan Mrebet.
Selain asesmen, NU Peduli juga menyalurkan bantuan dana tanggap darurat dan asesmen sebesar Rp20.000.000 kepada Pos NU Peduli Purbalingga.
Tim asesmen terdiri dari pengurus LPBI PWNU Jateng Bidang Logistik dan Peralatan Ayatullah Khumaini, LP Ma’arif PWNU Jateng Bidang Media, Informasi, Publikasi, dan Kehumasan Nur Hasan, serta LAZISNU bidang Diklat dan Pengembangan Johan Arifin.
Ayatullah Khumaini yang akrab disapa Dayat kepada NU Online Jateng, menjelaskan dampak terparah terjadi di sektor permukiman, infrastruktur, dan pertanian.
Dampak Pemukiman
Di Kecamatan Mrebet, Desa Sangkanayu mencatat 14 rumah terdampak (6 rusak berat, 4 rusak sedang, 4 rusak ringan) dengan 117 jiwa mengungsi. Sementara Desa Lambur terdampak pada sektor pertanian.
Di Kecamatan Karangreja, Desa Kutabawa khususnya Dusun Bambangan mencatat 29 rumah rusak ringan. Sebanyak 43 KK atau 125 jiwa terdampak tanpa pengungsian. Kerugian aset meliputi 1.000 sak pupuk, alat pertanian, serta tiga sepeda motor hanyut.
Desa Serang menjadi wilayah terparah. Tercatat 26 unit rumah rusak berat, dengan 17 unit di antaranya hilang atau hanyut. Di Dusun Gunung Malang terdapat 21 unit terdampak (15 rusak berat), Kaliurip Dukuh 30 unit terdampak (8 rusak berat), Kaliurip Gunung 6 unit rusak ringan, dan Dusun Serang 1 sebanyak 9 unit terdampak.
Infrastruktur, Ekonomi dan Korban
Sebanyak lima jembatan putus, dua di Sangkanayu, dua di Gunung Malang, dan satu di Kutabawa. Jalan kabupaten tertutup material sepanjang 12 meter. Kendaraan hanyut mencapai 13 sepeda motor dan dua mobil.
Sektor pertanian juga terdampak berat. Desa Serang kehilangan 150 hektare lahan pertanian, Desa Kutabawa 50 hektare gagal panen, serta Desa Sangkanayu dan Lambur terdampak 0,14 hektare. Di Desa Sangkanayu, 30 ekor kambing hanyut.
Korban jiwa tercatat satu orang meninggal dunia di Desa Serang dan satu warga luka berat. Total pengungsi mencapai 1.004 jiwa di Desa Serang dan 117 jiwa di Desa Sangkanayu.
Tim merekomendasikan pemulihan dan rekonstruksi dengan kebutuhan utama berupa alat kerja seperti cangkul, sekop, dan alat pembersih, material bangunan untuk renovasi rumah, dukungan sektor pertanian melalui bibit dan alat tani, serta kelanjutan suplai air bersih bagi warga terdampak.
Pewarta: Nazlal Firdaus Kurniawan/LTN PWNU Jateng
.
Pewarta: Nazlal Firdaus Kurniawan/LTN PWNU Jateng
.