NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jateng Menggelar Trauma Healing Bagi Anak Penyintas Banjir Aceh Timur
Aceh Timur - Pascabanjir yang melanda wilayah Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, perhatian tidak hanya tertuju pada pemulihan infrastruktur dan kebutuhan dasar warga. Pemulihan luka batin, terutama bagi anak-anak, menjadi hal yang tak kalah penting. Kesadaran inilah yang mendorong Relawan NU Peduli Kemanusiaan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak penyintas banjir, Selasa (20/1/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Pengajian Miftahul Ulum, Dusun Dataran Indah, Desa Peunaron Baru. Balai pengajian ini sebelumnya sempat terdampak banjir dan telah diperbaiki oleh para relawan. Kini, tempat tersebut kembali difungsikan sebagai ruang aman dan ramah anak, menjadi pusat pemulihan psikososial bagi anak-anak yang terdampak bencana.
Anak-anak dari usia satu tahun hingga remaja tampak hadir dan mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Wajah-wajah polos yang sebelumnya dibayangi rasa takut perlahan berubah menjadi ceria. Suasana balai pengajian pun dipenuhi gelak tawa, canda, serta coretan warna-warni dari hasil karya anak-anak.
Salah seorang Relawan NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah, Nurul Wahyuni Aningsih, mengatakan trauma healing ini dirancang untuk membantu anak-anak bangkit dari ketakutan dan kecemasan akibat pengalaman banjir. Menurutnya, bencana alam sering meninggalkan bekas mendalam pada psikologis anak jika tidak segera didampingi.
“Hari ini kami melakukan trauma healing untuk anak-anak penyintas banjir di Peunaron Baru. Tujuannya agar anak-anak yang kemarin merasa ketakutan bisa bangkit kembali, pulih kembali, dan menjadi lebih kuat serta bahagia dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” tutur Nurul.
Dalam sesi pendampingan, relawan mengajak anak-anak melukis, menggambar, dan mewarnai sesuai dengan imajinasi masing-masing. Aktivitas tersebut dipilih karena mampu menjadi media ekspresi emosi anak. Selain itu, berbagai permainan ringan dan edukatif juga dilakukan untuk mencairkan suasana dan mengurangi ketegangan.
“Tadi kami melukis bersama, menggambar bersama, mewarnai bersama sesuai imajinasi masing-masing. Selain itu kami juga melakukan permainan agar mereka lebih rileks dan merasa bahagia,” imbuhnya.
Nurul menambahkan, proses pemulihan psikologis anak tidak bisa dilakukan secara instan. Namun, melalui sentuhan sederhana berupa pendampingan, perhatian, dan ruang bermain yang aman, anak-anak diharapkan dapat kembali menemukan keceriaan mereka.
Ia pun berharap anak-anak penyintas banjir tetap memiliki semangat hidup yang kuat serta mampu menjalani kehidupan dengan penuh keikhlasan meski sempat mengalami peristiwa yang menakutkan. Kehadiran relawan NU, lanjutnya, menjadi wujud nyata kepedulian dan khidmah organisasi kepada masyarakat terdampak bencana.
Kegiatan trauma healing ini menjadi bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah di Aceh Timur. Melalui pendekatan kemanusiaan yang holistik, NU tidak hanya hadir dalam penyaluran bantuan logistik dan perbaikan fasilitas umum, tetapi juga dalam merawat harapan dan masa depan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Pewarta: Nazlal Firdaus Kurniawan
Editor: Lukman Hakim
Foto: Saiful Amar
.
Pewarta: Nazlal Firdaus Kurniawan
Editor: Lukman Hakim
Foto: Saiful Amar
.