NU Peduli Kemanusiaan Pulihkan Fasilitas Ibadah di Serambi Mekkah Pascabanjir

NU Peduli Kemanusiaan Pulihkan Fasilitas Ibadah di Serambi Mekkah Pascabanjir

Aceh Timur - Aceh sejak dahulu dikenal sebagai Serambi Mekkah. Dari wilayah inilah para calon jamaah haji Nusantara dulu berangkat ke Tanah Suci dengan kapal laut. Julukan itu bukan sekadar simbol sejarah, tetapi juga cerminan kehidupan masyarakat Aceh yang hingga kini sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dalam keseharian.

 
Sebagai provinsi dengan persentase penduduk Muslim tertinggi di Indonesia, Aceh menerapkan Syari’at Islam dalam kehidupan sosialnya. Masjid, meunasah, dan tempat pendidikan Al-Qur’an bukan hanya ruang ibadah, tetapi juga pusat kehidupan masyarakat. Karena itu, ketika banjir melanda sejumlah wilayah di Aceh Timur, kerusakan fasilitas keagamaan menjadi salah satu dampak yang paling dirasakan warga.
 
Kondisi itulah yang mendorong Relawan NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah turun tangan membantu. Kamis (22/1/2026), mereka melakukan perbaikan fasilitas ibadah dengan mengganti perangkat audio yang rusak akibat terendam banjir.
 
Salah seorang relawan, Budi Susanto, menjelaskan bahwa bantuan difokuskan pada sarana penunjang kegiatan ibadah dan pendidikan keagamaan.
 
“Hari ini kami memberikan perangkat audio untuk meunasah, masjid, dan TPQ. Perangkat lama sudah tidak berfungsi karena terendam banjir, jadi kami ganti dengan yang baru,” ujar Budi.
 
Relawan tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga langsung melakukan pemasangan di lapangan. Di Desa Peunaron Baru, Aceh Timur, mereka memasang mixer, amplifier, toa, hingga kipas angin di delapan titik fasilitas ibadah. Salah satunya di Mushala Darul Falah, Dusun DK 1.
 
“Kami pasang langsung supaya bisa segera digunakan. Harapannya, masyarakat bisa kembali beribadah seperti semula, lebih nyaman dan khusyuk,” tambahnya.
 
Di tengah kegiatan itu, relawan juga menjumpai kisah kecil yang menyentuh. Seorang anak bernama Darul, siswa kelas 4 SD, baru pulang sekolah dengan tas yang sudah rusak akibat banjir. Melihat kondisi tersebut, relawan NU Peduli Kemanusiaan menghampirinya dan memberikan tas baru lengkap dengan alat tulis.
 
Bagi relawan, bantuan itu mungkin sederhana. Namun bagi Darul dan warga lainnya, perhatian kecil tersebut menjadi penanda bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi dampak bencana.
 
Melalui aksi kemanusiaan ini, NU Peduli Kemanusiaan tak hanya memperbaiki fasilitas fisik, tetapi juga merawat denyut kehidupan keagamaan masyarakat Aceh—sebuah upaya menjaga kembali ruh Serambi Mekkah agar tetap hidup, meski diterpa musibah.

Pewarta: Nazlal Firdaus Kurniawan 
Editor: Lukman Hakim 
Foto: Saiful Amar 


.