PCNU Temanggung Tasarrufkan Rp100 Juta untuk Guru Ngaji di Harlah NU ke-100

PCNU Temanggung Tasarrufkan Rp100 Juta untuk Guru Ngaji di Harlah NU ke-100

Temanggung - Ketua Tanfidziyah PCNU Temanggung, KH M Nurul Yaqin, menegaskan bahwa kekuatan utama Nahdlatul Ulama hingga mampu bertahan dan terus berkembang selama satu abad tidak lepas dari doa para masyayikh serta keikhlasan dan keistiqamahan para kiai kampung.

 
“NU bisa terus hidup sampai 100 tahun ini bukan hanya karena struktur, tetapi karena doa para masyayikh dan keikhlasan para kiai kampung yang dengan telaten mengajarkan ilmu kepada anak-anak, menjadi rujukan, sekaligus pengayom masyarakat di sekitarnya,” ujar Gus Nurul saat silaturahim akbar dan apresiasi guru ngaji di Aula PCNU Temanggung, Rabu (28/1/2026).
 
Ia menambahkan, tasarruf atau penyaluran dana apresiasi kepada para guru ngaji, imam masjid, dan imam musholla merupakan wujud kepedulian NU atas pengabdian mereka yang luar biasa. Meski belum seberapa, pihaknya akan terus berupaya agar program ini dapat berlangsung secara berkelanjutan.
 
“Kami berharap, ikhtiar kecil ini menjadi penyemangat bagi para guru ngaji dan imam yang selama ini menjadi pilar pendidikan keagamaan di masyarakat,” tandasnya.
 
Kegiatan tersebut digelar oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Temanggung melalui lembaga filantropinya, NU CARE-LAZISNU, dalam rangka peringatan Harlah Satu Abad NU. Acara diikuti 100 guru ngaji, imam masjid, dan imam musholla se-Kabupaten Temanggung.
 
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Pemerintah Kabupaten Temanggung, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Temanggung H Hendra Sumaryana yang mewakili Bupati Agus Setyawan, jajaran pengurus PCNU Temanggung, serta perwakilan UPZIS NU CARE-LAZISNU dari 20 MWC se-kabupaten.
 
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Subbanul Wathon, yang menambah semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap NU.
 
Ketua NU CARE-LAZISNU Temanggung, H Sasmita, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen penggerak ekonomi umat. Ia menegaskan bahwa filantropi Islam bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga sarana mewujudkan keadilan sosial.
 
Sementara itu, H Hendra Sumaryana mengapresiasi gerakan “seribu sehari koin NU” yang dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat kemandirian ekonomi warga NU di Temanggung.
 
“Jika gerakan ini dijalankan secara konsisten oleh warga NU, maka kekuatan finansial dan kemandirian umat akan sangat luar biasa. Dana ini pun akan kembali sepenuhnya untuk kemaslahatan masyarakat,” ujarnya.
 
Puncak acara ditandai dengan penyerahan simbolis tali asih senilai total Rp100 juta kepada 100 guru ngaji, imam masjid, dan imam musholla. Apresiasi tersebut menjadi wujud nyata kepedulian NU dan pemerintah daerah terhadap para pelayan umat yang selama ini mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan.

---------------
LAZISNU Temanggung 
Salurkan Infaq anda melalui
BRI : 692001013341530
BSI : 787 666 787 2
Salurkan Zakat anda melalui
BRI : 010201015875531
BSI : 787 555 787 9
Salurkan Wakaf anda melalui
BSI : 771 005 007 9
 
Alamat kantor
Gedung PCNU Temanggung Lantai 1, Jl. Jenderal Sudirman No. 60, Jampirejo, Temanggung



.