PWNU Jateng Bangun Balai Diklat Senilai Rp24 Miliar di Kabupaten Karanganyar
Semarang - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah akan membangun Balai Pendidikan dan Latihan (Diklat) senilai Rp24 miliar di atas lahan seluas 2,5 hektar di desa Sewurejo Mojogedang Kabupaten Karanganyar.
Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghhaffar Razin (Gus Rozin) mengatakan diharapkan kehadiran fasilitas Diklat yang dikelola LP Ma'arif NU Jateng ini akan mampu menjawab tantangan pendidikan dilingkungan NU. Problem pendidikan NU saat ini tidak tidak sebatas masalah fisik, tetapi juga peningkatan kualitas tenaga pendidik (tandik).
“PWNU Jateng saat ini menaungi 4.244 satuan pendidikan. Kepedulian yang konkret bukan hanya memperbaiki fasilitas, tetapi juga meningkatkan kapasitas tenaga pendidik sebagai fondasi utama,” ujar Gus Rozin saat menyampaikan sambutan dalam acara Halalbihalal dan Launching Program NU Peduli Pendidikan PWNU Jawa Tengah di MG Setos Hotel Semarang,Kamis (9/4/2026).
Menurutnya pembangunan Balai Diklat akan dibiayai secara mandiri yang penggalangan dananya ditangani Lazisnu Jateng bersama LP Ma'arif PWNU Jateng yang bekerjasama dengan Bank Jateng Syariah. Kolaborasi ini akan memaksimalkan dana infak yang digali akar rumput.
Ketua PW Lazisnu Jateng Muhammad Mahsun mengatakan penggalangan dana masyarakat berupa infak ini dijadwalkan akan berlangsung selama dua tahun dan ditargetkan akan terkumpul Rp 24 miliar.
"Ini target realistis, jaringan Lazisnu dan sekolah-sekolah dibawah Ma'arif saat ini sudah siap bergerak secara massif untuk mensukseskan program ini," katanya.
Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jateng, Dr. Fakhrudin Karmani, M.S.I, memaparkan data pendidikan Ma’arif untuk tahun ajaran 2025/2026. Tercatat sebanyak 3.577 madrasah terdiri dari MI (2.324), MTs (872), dan MA (381). Selain itu terdapat 664 sekolah umum, meliputi SD (71), SMP (240), SMA (69), dan SMK (288). Total guru mencapai 50.576 orang dengan jumlah murid sebanyak 524.386 siswa.
Melalui Ma’arif Education Center Project, LP Ma’arif menetapkan empat agenda utama, yaitu standardisasi kualitas pendidikan, penguatan ideologi Aswaja, adaptasi teknologi, serta profesionalisme berkelanjutan bagi tenaga pendidik.
Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), saat memberikan pengarahan dalam acara ini menyampaikan apresiasi terhadap program ini, karena pendidikan merupakan kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan.
“Pendidikan adalah jalan untuk memutus rantai kemiskinan. Gerakan infak pendidikan Ma’arif menjadi langkah nyata dalam membangun kemandirian,” ujarnya.
Ia juga mendorong penguatan konsolidasi serta pemutakhiran data Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) melalui kerja sama antara pemerintah dan organisasi masyarakat seperti Nahdlatul Ulama.
"Kami dukung sepenuhnya program yang bagus ini, lahan PBNU di Karanganyar yang digunakan untuk Balai Diklat ini baru sebagian saja, masih ada 8 hektar, silahkan dimaksimalkan untuk pengembangan NU," ujarnya.
Pewarta: Lukman Hakim
Editor: Nazlal Firdaus Kurniawan
.
Pewarta: Lukman Hakim
Editor: Nazlal Firdaus Kurniawan
.