Siapkan Kader Ahli Falak, Lembaga Falakiyah PBNU Gelar Halaqah dan Penyerasian Almanak 2026 di Salatiga

Siapkan Kader Ahli Falak, Lembaga Falakiyah PBNU Gelar Halaqah dan Penyerasian Almanak 2026 di Salatiga

Salatiga - Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menyelenggarakan kegiatan strategis bertajuk “Halaqah dan Penyerasian Almanak LF PBNU 2026” pada Sabtu-Ahad, (7-8/2/2026). Bertempat di Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al-Falah, Kota Salatiga, kegiatan ini mengusung visi besar: "Menyiapkan Kader Falak Ahlussunah Wal Jamaah An-Nahdliyah."

 
Acara ini menjadi momentum krusial bagi konsolidasi internal para ahli hisab NU dari berbagai penjuru daerah. Ketua Panitia sekaligus Sekretaris LF PBNU, KH Asmuni Mansur, dalam sambutannya menekankan bahwa penyerasian tahun ini memiliki nilai filosofis sebagai "ligasi" atau pengikat organisasi. 
 
Mengingat pada pertengahan tahun 2026 akan diselenggarakan Muktamar NU yang membawa konsekuensi rotasi kepengurusan, penyerasian ini memastikan transisi berjalan stabil.
 
"Penyerasian ini adalah ligasi bagi LF PBNU. Meskipun sebentar lagi akan ada Muktamar dan pergantian pengurus, tugas pengabdian dalam menjaga waktu ibadah umat tidak boleh terputus. Kita memastikan tongkat estafet ini berdiri di atas data yang akurat," ujar Kiai Asmuni.
 
Senada dengan hal tersebut, Ketua LF PBNU KH Sirril Wafa menjelaskan bahwa Halaqah ini merupakan bagian dari rangkaian seri penguatan literasi falak yang dilakukan secara masif, baik di pulau Jawa maupun luar Jawa. 
 
Ia menegaskan bahwa penyerasian adalah tugas utama lembaga untuk menghimpun seluruh hitungan dari para ahli hisab NU.
 
Fokus utama kegiatan ini adalah menyepakati perhitungan awal bulan Hijriyah untuk jangka waktu dua tahun ke depan. Hasil kesimpulan bersama ini nantinya akan menjadi rujukan resmi bagi warga Nahdliyin, meskipun secara syar’i penentuan awal bulan tetap menunggu hasil rukyatul hilal yang diputuskan melalui mekanisme Ikbar oleh PBNU.
 
"Data astronomi dan daya falakiyah sudah kami persiapkan dengan matang. Saat ini, LF PBNU diperkuat oleh SDM yang mumpuni di bidang spesifik, mulai dari ahli perhitungan fajar hingga praktisi astrofotografi hilal. Ini adalah wujud integrasi antara khazanah kitab kuning dan sains modern," terang KH Sirril Wafa.
 
Di sisi lain, forum ini juga menyentuh aspek spiritual keilmuan dengan mengutip hadits Nabi SAW yang menyebutkan bahwa umat pilihan adalah mereka yang senantiasa memperhatikan perjalanan matahari dan bulan demi menjaga waktu ibadah.
 
Terkait dinamika penentuan awal Ramadhan tahun ini, forum memprediksi adanya potensi perbedaan awal puasa antara NU dan Muhammadiyah. 
 
Namun, KH Sirril Wafa mengingatkan bahwa hal tersebut adalah hasil prediksi data saat ini.
 
Melalui halaqah ini, diharapkan kader falak NU tetap tenang dan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat luas agar menyikapi perbedaan dengan bijak sambil tetap berpegang teguh pada komando organisasi.
 
Pewarta: Muhammad Miftahul Khoir
Editor: Nazlal Firdaus Kurniawan 


.