Silaturahmi ke Pesantren Al-Itqon Bugen Semarang, Menag Tegaskan Komitmen Perkuat Pesantren

Silaturahmi ke Pesantren Al-Itqon Bugen Semarang, Menag Tegaskan Komitmen Perkuat Pesantren

Semarang - Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Nasaruddin Umar melakukan silaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Itqon, Bugen, Kota Semarang, Jumat (6/2/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama (Kemenag) dalam mempererat hubungan dengan lembaga pendidikan keagamaan sekaligus memperkuat peran pesantren dalam pembangunan sumber daya manusia.

 
Menag hadir didampingi Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab, Kakan Kemenag Kota Semarang Muhtasit, Staf Khusus Menag Ismail Cawidu, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag RI Thobib Al Asyhar, serta Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Basnang Said.
 
Rombongan disambut langsung Pengasuh Pesantren Al-Itqon, KH Ahmad Haris Shodaqoh, KH Ubaidillah Shodaqoh bersama jajaran pengelola. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai pertemuan, mencerminkan sinergi antara pemerintah dan pesantren.
 
Dalam kesempatan tersebut, Menag menyerahkan bantuan sebesar Rp100 juta untuk mendukung pengembangan sarana prasarana dan peningkatan kualitas layanan pendidikan santri. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya Kemenag dalam memperkuat ekosistem madrasah dan pesantren di Indonesia.
 
Menag menegaskan keseriusan pemerintah melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren. “Ini menandakan komitmen negara dalam meningkatkan kesejahteraan pondok pesantren sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi agar semakin mandiri,” ujarnya.
 
Ia menambahkan, tantangan pesantren kian kompleks sehingga membutuhkan dukungan komprehensif. “Pesantren tidak hanya memerlukan ruang belajar yang layak, tetapi juga penguatan sarana digital agar santri tidak tertinggal dari perkembangan zaman,” kata Menag.
 
Penguatan sumber daya manusia juga menjadi perhatian. “Guru dan pengelola perlu ditingkatkan kompetensinya, baik keilmuan keislaman maupun metodologi pembelajaran yang adaptif,” lanjutnya. Menag juga mendorong pesantren mengembangkan unit usaha produktif sebagai wahana pembelajaran kewirausahaan santri.
 
Sementara itu, KH Ahmad Haris Shodaqoh menyampaikan apresiasi atas perhatian Kemenag. “Ini menjadi suntikan semangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” ungkapnya. Ia menyebut bantuan akan dimanfaatkan untuk memperkuat sarana pembelajaran dan pengembangan MTs Al-Itqon.
 
Pesantren Al-Itqon menerapkan kurikulum terpadu dengan komposisi 40 persen kajian kitab kuning dan 60 persen kurikulum nasional. Proses belajar dilakukan melalui bandongan, sorogan, dan halaqah, yang dipadukan dengan diskusi tematik serta proyek kolaboratif.
 
Model ini menunjukkan ikhtiar pesantren menjaga tradisi keilmuan klasik sekaligus merespons kebutuhan pendidikan kontemporer. Kemenag berharap dukungan berkelanjutan dapat melahirkan generasi santri yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing di tengah perubahan zaman.

Pewarta: Ahsan Fauzi 
Editor: Nazlal Firdaus Kurniawan 



.