Wakil Ketua PWNU Jateng Prof Musahadi Dilantik Jadi Rektor UIN Walisongo 2026-2030

Wakil Ketua PWNU Jateng Prof Musahadi Dilantik Jadi Rektor UIN Walisongo 2026-2030

Semarang - Menteri Agama Nasaruddin Umar melantik sejumlah pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026). Dalam pelantikan tersebut, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag dilantik sebagai Rektor UIN Walisongo Semarang bersama beberapa pimpinan PTKN lainnya.

 
Dalam sambutannya, Menag berpesan agar para pimpinan perguruan tinggi yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya serta menjadi teladan di lingkungan kampus.
 
Menurutnya, seorang rektor tidak hanya bertanggung jawab terhadap pengembangan akademik, tetapi juga harus mampu menjadi contoh dalam kehidupan beragama, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.
 
“Kita harus bersyukur pada hari yang bersejarah ini, tepat berada pada hari ke-20 Ramadan. Nanti malam kita mulai i’tikaf. Yang baru dilantik bisa sujud syukur,” kata Nasaruddin.
 
Ia juga mengingatkan bahwa para rektor yang dilantik telah melalui proses panjang, mulai dari penjaringan, seleksi, hingga wawancara sebelum akhirnya dikukuhkan.
 
Menag menilai tantangan perguruan tinggi ke depan semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan. Karena itu, para pimpinan PTKN diminta berhati-hati dan teliti dalam memimpin lembaga agar tidak muncul persoalan yang berdampak negatif terhadap institusi.
 
Selain itu, Menag juga meminta para rektor agar proaktif membantu para dosen dalam proses kenaikan pangkat, karena hal tersebut akan berdampak langsung pada kualitas dan akreditasi perguruan tinggi.
 
Ia menegaskan bahwa PTKN tidak hanya berfungsi sebagai lembaga akademik semata, tetapi juga memiliki misi dakwah dan syiar keagamaan di tengah masyarakat. Keberhasilan seorang rektor, menurutnya, tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, tetapi juga dari seberapa besar kampus mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan keagamaan masyarakat.
 
Profil Prof Musahadi
 
Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag merupakan akademisi di bidang Islamic Law yang telah lama berkiprah di UIN Walisongo Semarang. Ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Hukum Islam pada 8 Januari 2020.
 
Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Fiqih Prasmanan: Mencermati Disrupsi di Bidang Hukum Islam”, Musahadi menyoroti berbagai tantangan baru dalam pengembangan kajian hukum Islam di era digital.
 
Ia menilai bahwa kemajuan teknologi informasi menuntut perluasan cakupan fiqih, terutama dalam merespons fenomena dunia maya seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, fitnah, hingga provokasi yang kini mudah dilakukan melalui media digital.
 
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran lembaga keagamaan dan ulama untuk aktif memanfaatkan ruang digital agar masyarakat memiliki rujukan keagamaan yang kredibel, sekaligus mempersempit ruang penyebaran pandangan keagamaan yang tidak bertanggung jawab.
 
Musahadi juga menyoroti pentingnya pembaruan kurikulum pendidikan hukum Islam, baik di perguruan tinggi, madrasah, maupun pesantren. Menurutnya, selain kajian klasik seperti fiqih dan usul fiqih, kurikulum juga perlu memasukkan literasi media digital agar mampu menjawab perubahan zaman.
 
Di tingkat masyarakat, ia mendorong peningkatan literasi digital agar penggunaan media dapat dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab.
 
Selain aktif di dunia akademik, Musahadi juga dikenal sebagai tokoh organisasi. Ia saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah masa khidmah 2024–2029. Ia juga dipercaya sebagai Ketua Umum PW IKA PMII Jawa Tengah masa khidmah 2022–2027.
 
Dengan pengalaman akademik dan organisasi tersebut, Musahadi diharapkan mampu membawa UIN Walisongo Semarang semakin berkembang, baik dalam penguatan akademik, riset, maupun pengabdian keagamaan di tengah masyarakat.

Editor: Nazlal Firdaus Kurniawan 



.